banner 728x250

Harga Pangan Melonjak, Legislator Jangan Menyulitkan Rakyat

  • Share
banner 468x60

Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty. Foto: Oji/Man

JAKARTA. Mitradialog – Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty mengamati bahwa harga bahan pokok di awal tahun ini masih mengalami kenaikan, seperti di akhir tahun kemarin. Untuk itu ia berpesan agar pemerintah dan lembaga terkait dapat segera menindaklanjuti situasi ini dan mengatasi agar tidak terjadi lonjakan tajam lagi.

banner 336x280

“Ini harus segera dikendalikan oleh pemerintah, jangan sampai berlama-lama, karena hal itu bisa membuat kesulitan bagi masyarakat,” ungkap Evita kepada Parlementaria, Selasa (4/1/2021). Ia mengingatkan pemerintah agar jangan sampai tunggu bulan depan atau bulan berikutnyai, tapi sesegera mungkin harus bisa diatasi.

Apalagi kata Evita, Ketua DPR RI Puan Maharani telah mengingatkan kemungkinan ini sejak akhir tahun kemarin. Dimana masyarakat berpenghasilan kecil, termasuk ibu-ibu rumah tangga sudah mengeluh dan terdampak dari kenaikan harga cabai, telur, minyak goreng, bawang dan lainnya.

“Untuk itu kami mendorong Menteri Perdagangan RI untuk untuk menjamin stabilitas harga minyak goreng di dalam negeri, termasuk dengan melakukan lagi operasi pasar, sehingga harga-harga tetap terjangkau,” urai politisi PDI-Perjuangan itu.

Lebih lanjut legislator dapil Jawa Tengah III itu juga mendengar kenaikan harga cabe naik lantaran gagal panen akibat pengaruh El Nino. Sementara produksi telur menurun drastis di akhir tahun, kemudian minyak goreng melonjak harganya akibat harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar ekspor sedang tinggi.

“Tapi memang harus dicek dengan baik apa iya hanya karena faktor itu. Kemudian daerah produsen bahan pokok itu kan beda-beda. Jadi memang harus dipastikan bahan pokok itu tersedia apapun alasannya,” tegas Wakil Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI itu. (ah/sf)

banner 336x280
banner 120x600
  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishIndonesian