banner 728x250

Butuh Perhatian Pemkab Indramayu, Infrastruktur dan Penataan Kawasan Industri Krupuk

  • Bagikan

INDRAMAYU | MITRA DIALOG – Para pengusaha Kerupuk di Blok Dukuh Desa Kenanga Kec. Sindang Kabupaten Indramayu, mengeluhkan sarana dan prasarana pendukung bagi kegiatan usaha mereka. Pasca pandemic Covid 19 sebagian besar pengusaha mengaku bisnisnya lesu dengan penurunan permintaan pasar hingga harga bahan baku berupa ikan , udang maupun tepung tapioka yang harganya cenderung tidak stabil.

Seperti diungkapkan para pengusaha yang tergabung di Asosiasi Pengusaha Kerupuk Indramayu (APKI) kondisi ini berpengaruh pada bisnis kerupuk yang sedikit melesu,” Pengusaha kerupuk di sentra produksi Kenanga Blok Dukuh yang jumlahnya mencapai lebih dari 35 pengusaha memang merasakan dampak dari covid 19 baik terkait dengan penurunan permintaan pasar hingga produksi kerupuk yang menurun, disamping adanya pembatsan pekerja sesuai dengan protocol kesehatan,” ungkap H. Daspan salah seorang pengusaha kerupuk setempat.

Tak tega harus merumahkan pekerja di perusahaan saat pandemic, sejumlah pengusaha menerapkan bekerja secara bergantian (shift) untuk menghindari pekerja di rumahkan.” Kalau pola shift ini para pekerja masih bisa mendapatkan pendapatan meski tidak penuh seperti saat normal, mudah-mudahan bisa kembali normal,” ungkap dia.

Terkait dengan kendala infrastruktur kawasan industri kerupuk Kenanga Dia anggota DPRD Jawa Barat putra daerah Indramayu H.Kasan Basari SH dari Partai Gerindra maupun H. Samsul Bahri SH dari PDI-P sepakan bila pemerintah bertanggungjawab untuk bisa membantu penyediaan sarana pendukung usaha ekonomi masyarakat kecil dan menangah, halnya industri kerupuk udang Kenanga yang terbukti mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekaligus menjadi sumber matapencaharian masyarakat setempat.” Sudah selayaknya pemerintah mempu menyediakan sarana pendukung usaha baik berupa akses jalan dikawasan industri, Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) hingga iklim usaha yang lebih baik bagi masyarakat, salah satunya tembus pangsa pasar ekspor,” tandas H.Kasan Basari.

Hal senada juga diungkapkan H. Samsul Bahri SH yang menilai keberhasilan pemerintahan daerah, salah satunya dibuktikan dengan mampu memberikan dukungan dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif serta regulasi Pemkab Indramayu yang berpihak kepada pengusaha kecil dan menangah.” Ini penting agar kelompok usaha kecil dan memangah, juga memiliki gairah bisnis yang lebih baik karena merasa mendapat perhatian dan perlindungan, jadi mereka butuh perhatian pemerintah, termasuk bagaimana infrastruktur pendukung yang harus dibangun” ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPRD Indramayu H. Saefudin SH ditemui secara terpisah menegaskan bila Pemkab Indramayu memiliki komitmen dalam pengembangan usaha terlebih dalam konsep pemulihan ekonomi pasca pandemic Covid 19 saat ini,”Tentunya jajaran legislatif DPRD Indramayu sangat mendukung semua konsep pembangunan ekonomi kerakyatan terlebih bagiamana dunia usaha mampu berkembang secara sehat, tentunya dengan dukungan pemerintah daerah,terutama industry kecil dan menengah seperti industri Kerupuk Udang Blok Dukuh Kenanga Sindang yang sudah cukup lama dan terbukti tetap eksis ditengah pandemic, jelas harus diperhatikan dan itu harus jadi ncatatatn Pemkab Indramayu ” Pungkas Ketua DPRD Indramayu. ( Ikhsan).

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

EnglishIndonesian