banner 728x250

Edarkan Rokok Ilegal. Darma Divonis 1,5 Tahun

  • Bagikan

INDRAMAYU | MITRA DIALOG – Mengedarkan rokok yang tidak dilekati cukai (ilegal), terdakwa Darma divonis kurungan penjara selama 1 tahun dan 6 bulan (1,5 tahun) dikurangi masa tahanan dan denda Rp.755 juta subsidair 3 bulan kurungan. Darma didakwa melanggar pasal 29 ayat (1) pasal 54 UU RI no.39 tahun 2007 tentang perubahan atas UU no. 11 tahun 1995 tentang Cukai.

Pada sidang yang di gelar di Pengadilan Negeri (PN) Indramayu Kelas 2B Kamis, 13 Januari 2022 dan diketuai Yogi Dulhadi SH, MH dan Hakim Anggota Fatchu Rochman, SH, MH dan Ade Yusup, SH, MH ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut 2 tahun penjara dan subsidair selama 6 bulan kurungan.

Kuasa Hukum terdakwa Darma dari LBH Petanan Indramayu, H. Saprudin. SH, MTJ didampingi Hery Reang, SH mengatakan selaku pembela pihaknya memohon dan meyakinkan kepada majelis hakim agar memberikan putusan yang seringan-ringanya. Permohonan itu kata dia karena terdakwa mengakui atas kesalahan dan menyesalinya. Hal lainnya sambung Saprudin, terdakwa bukan pengedar besar hanya dari warung ke warung. Dan dia tidak tahu kalau pekerjaanya itu melanggar hukum.

“Alhamdulillah permohonan kami dikabulkan majelis hakim. Majelis hakim menjatuhkan vonis kurungan penjara selama 1 tahun dan 6 bulan dikurangi masa tahanan dan subsidair 3 bulan kurungan. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan JPU,” kata dia di PN Indramayu, Selasa (18/01/2022). 

Saprudin menyebutkan, kasus ini bermula ketika terdakwa Darma memasukan barang (rokok) namun tidak delengkapi pita cukai dengan tujuan mendapatkan keuntungan yang lebih. Barang tersebut akan dijual ke warung serta toko di Indramayu.

Adapun yang dijadikan barang bukti yaitu 1 buah HP merek POCO warna abu-abu dan ribuan batang rokok berbegai merek yang didatangkan dari Malang Jatim seperti rokok merek Fajar Bold sebanyak 310.000 batang, rokok RQ Pro sebanyak 96.000 batang, rokok merk Lois Bold sebanyak 12.000 batang, SBR sebanyak 2.000 batang, Exim sebanyak 64.000 batang. Merek GA Gold sebanyak 48.000 batang, rokok merek PAS Exclusive, 12.000 batang, Space, 2.000 batang, rokok Fajar Bold, 160.000 batang, 3 (tiga) buah buku catatan penjualan, 1 (satu) buah nota penjualan.

“Darma didakwa melanggar pasal 29 ayat (1) pasal 54 UU RI no.39 tahun 2007 tentang perubahan atas UU no. 11 tahun 1995 tentang Cukai,” sebutnya. (safaro)

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

EnglishIndonesian