banner 728x250

Pimilik Sajam dan Senpi Kasus HGU PG Jatitujuh Divonis 1,5 Tahun Kurungan

  • Bagikan

INDRAMAYU II MITRA DIALOG – 7 terdakwa yang membawa senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi) saat kisruh di lahan tebu HGU Pabrik Gula Jatitujuh di perbatasan Majalengka dan Indramayu Provinsi Jawa Barat mengikuti sidang secara virtual dengan agenda pembacaan vonis. Sidang yang dipimpin Yogi Dulhadi, SH, MH di salasatu ruang sidang Pengadilan Negeri Kelas IB Indramayu, Kamis (20/01/2022) ini, para terdakwa divonis satu tahun dan enam bulan (1,5 tahun).

Vonis itu lebih ringin dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), karena pada sidang sebelumnya ke-7 terdakwa dituntut 2 tahun penjara.

“Majelis Hakim berpendapat bahwa perbuatan para terdakwa telah terbukti memenuhi dalam pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat RI Nomor 12 tahun 1951 tentang mengubah ‘ordonnantietijdelijke bijzondere strafbepalingen’,” kata Kepala Humas PN Indramayu, Fatchu Rochman melalui Hakim, Wimi De Simamarta, usai sidang.

Berdasarkan keterangan Wimi, pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat RI Nomor 12 tahun 1951 itulah yang menjadi dasar hukum bagi Majelis Hakim mengambil keputusan sehingga dalam amarnya Majelis Hakim menyatakan terdakwa bersalah dan menjatuhkan hukuman pidana 1 tahun 6 bulan.

“Majelis Hakim sudah memperhatikan hal-hal yang meringankan dan memberatkan, namun, terhadap angka itu adalah domain dari Majelis Hakim pasti yang bersangkutan sudah bermusyawarah,” imbuhnya.

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa, Ruslandi, SH membenarkan ke-7 terdakwa divonis 1,6 bulan. Ia bersyukur karena vonis itu dibawah tuntutan JPU. Saat agenda vonis itu, kata dia para terdakwa menerima putusan dari Majelis Hakim.

“Bahkan pihak keluarga dari para terdakwa juga telah menerima keputusan tersebut, sehingga kami tidak mengajukan banding. Sementara pihak JPU masih pikir-pikir,” kata dia usai persidangan. (safaro)

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

EnglishIndonesian